TRANSFORMASI KERETA API SEMARANG - SOLO DARI MASA KE MASA

 

"KA Banyubiru relasi Solo Balapan - Semarang Tawang PP sebagai layanan kereta api relasi Semarang - Solo yang masih beroperasi hingga kini. (Sumber : Arsip Nalindra Railfans, 2024)"

    "Kota Semarang & Surakarta atau Solo adalah dua buah kota terbesar di Jawa Tengah. Kedua kota tersebut memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya di provinsi Jawa Tengah terlebih dengan besar wilayah, ekonomi, dan pendapatan per kapitanya. Tentunya dengan data tersebut kedua kota ini menjadi sumber mata pencahariaan sebagian besar penduduk di Jawa Tengah. Jikalau kita menerka, mobilitas penduduk yang ada di Semarang & Surakarta pasti menggunakan kereta api untuk berpergian ke kedua kota tersebut selain bus. Angkutan Kereta Api di rute ini dulunya sangat beragam & bertransformasi mulai dari abad ke-20 hingga kini mulai dari kereta uap hingga ke kereta diesel. Pada blog kali ini, penulis akan membahas Transformasi Kereta Api di rute Semarang - Solo dari masa ke masa. Nah daripada penasaran mari kita simak ulasan berikut ini!."

KA Pandanaran (1970 - 1999)
Potret KA Pandanaran, kereta perintis di rute Semarang - Solo. (Sumber : Einar Saragih)

   "Kereta yang pertama disini adalah KA Pandanaran, kereta ini merupakan salah satu kereta perintis yang juga menjadi pembabat alas rute Semarang - Solo. Kereta ini muncul pada kisaran tahun 1970 dan melayani relasi Semarang - Yogyakarta. Pada awalnya KA Pandanaran adalah kereta unggulan namun statusnya diturunkan menjadi kelas campuran. KA Pandanaran dulunya dimaksudkan sebagai rebranding dari kereta Vlugge Vijf milik NIS yang menjangkau para pegawai yang kerja di Perhutani seperti di Telawa & Kedungjati dengan 5 jadwal perjkalanan. Namun rencana tersebut gagal total pada pertengahan 1970an dikarenakan akomodasi penumpangnya tidak sebanding dengan transportasi darat lainnya seperti bus dan hal tersebut berimbas kepada rute KA Pandanaran yang diperpendek ke Solo Balapan pada akhir 1970an. Menurut wawancara dari Bpk Abdullah Widjaja yang merupakan eks Inspektur Lalu Lintas Inspeksi 5 Semarang seperti dikutip pada blog Roda Sayap menjabarkan bahwa KA Pandanaran pada era 1980-1990an mengalami perubahan yang drastis pada kelasnya yang semula kelas campuran berubah menjadi kelas ekonomi dan juga gerbongnya sering dijadikan sarana untuk mengangkut kayu jati hasil jarahan dari Perhutani yang berujung sarana gerbong dari KA Pandanaran banyak mengalami kendala di lintas. Atas hasil yang mengecewakan tersebut, PERUMKA menutup layanan KA Pandanaran pada akhir dekade 1990an karena sudah uzur dan sering menjadi santapan empuk para penjarah kayu jati untuk mengangkut hasil curiannya dan hal tersebut juga melibatkan para pegawai PERUMKA yang berkomplot dengan para penjarah. Sungguh miris kisah dari perintis yang satu ini."

KA Pandanwangi (1999 - 2011)
Lokomotif BB 200 21 dengan KA Pandanwangi rute Semarang - Solo yang sedang siap diberangkatkan dari Stasiun Solo Balapan pada tahun 2008 silam. (Sumber : X : Laksana Gema Perdamaian)
    
    "Setelah runtuhnya KA Pandanaran, kemudian PERUMKA melahirkan kembali layanan kereta rute Semarang - Solo yang diberi nama KA Pandanwangi yang statusnya merupakan lanjutan dari KA Pandanaran. KA Pandanwangi melayani rute dari Stasiun Semarang Tawang - Solo Balapan dengan kelas Ekonomi. Rangkaiannya merupakan KRD MCW 302 (Kereta Rel Diesel Hidrolik) yang mulai diproduksi oleh Nippon Sharyo Seizo Kaisha, Ltd pada tahun 1976 silam. Tapi sayangnya, ekspektasi KA Pandanwangi tidak sesuai dengan kenyataan yang konon bisa menjaring penumpang disekitaran pedalaman hutan Jawa Tengah. Justru sebaliknya, KA Pandanwangi tetap saja menjadi sasaran penjarahan untuk mengangkut hasil jarahan kayu dari pedalaman hutan di sekitaran daerah Telawa, Gundih, dan Kedungjati. Sampai akhirnya pada tahun 2011, KA Pandanwangi mulai diberhentikan operasionalnya karena hasil evaluasi selama satu tahun okupansinya rendah sehingga PT.KAI terus merugi. Menurut Humas PT.KAI DAOP 4 Semarang, Sapto Hartoyo seperti dikutip pada media Espos.id mengatakan bahwa evaluasi penumpang KA Pandanwangi selama setahun okupansinya hanya 36%. Beliau mengatakan jumlah kursi yang tersedia sebanyak 26.000 kursi namun hanya terisi setengahnya saja. Hal tersebut juga diperparah akibat rendahnya minat masyarakat menggunakan jasa kereta api di dekade tersebut. "Okupansi yang rendah tidak dapat menutupi biaya operasional dan PT.KAI merugi, sehingga operasional dihentikan". ujar beliau."

KRD Banyubiru (2008 - 2013)
Sarana KRD Banyubiru yang dulu sempat melayani rute Semarang - Solo. (Sumber : ANTARA)

    "Pada tahun 2008, PT.KA meluncurkan layanan KRD rute Semarang - Solo yang diberi nama KRD Banyubiru yang namanya terinspirasi dari daerah dilereng pegunungan telomoyo di Kabupaten Semarang yang terkenal dengan udara sejuknya. KRD Banyubiru mulai beroperasi pada 19 Desember 2008 dengan menggunakan sarana KRD tipe DMU (Diesel Multiple Unit) atau KRDI. Pada awal pengoperasiannya, KRD Banyubiru melayani rute Semarang Tawang - Solo Balapan via Brumbung dan Gundih. Kemudian rutenya dirubah melalui Ngrombo, Gambringan, dan Gundih serta diperpanjang hingga Yogyakarta yang tujuannya untuk menjangkau penumpang/pekerja yang berdomisili/beralamat di sekitaran Cepu untuk bisa mudah mengakses kereta menuju ke Solo/Jogja. Saat masih beroperasi, KRD Banyubiru melayani dua kali perjalanan yakni pagi dan siang. Harganya pun bisa terbilang terjangkau yakni sebesar 24.000 rupiah untuk rute Semarang - Yogyakarta (Full Trip) dan ada tarif parsial Semarang - Ngrombo & Semarang - Solo sebesar 16.000 rupiah dengan waktu tempuh selama 3 Jam 11 Menit. Namun KRD Banyubiru ini hanya bertahan selama 5 tahun saja yakni hingga pada tahun 2013 karena tingkat okupansinya rendah serta sarananya yang sering bermasalah membuat masyarakat enggan menaiki kereta ini."

KA Kalijaga (2014 - 2019)
KA Kalijaga saat masih beroperasi melayani rute Semarang - Solo. (Sumber : Republika)
    
    "Pada 15 Februari 2014, PT.KAI kembali meluncurkan layanan kereta api rute Semarang - Solo yang diberi nama "KA Kalijaga". Namanya terinspirasi dari tokoh walisongo yang berjasa menyebarkan ajaran agama islam di pulau jawa pada abad ke-15. KA Kalijaga melayani rute awal dari Purwosari - Semarang Poncol PP dengan kelas ekonomi PSO 106 TD yang juga dipatok dengan harga 25.000 rupiah saja dan itu adalah tarif PSO (disubsidi oleh pemerintah) jika dikenakan diskon bisa dapat harga 10.000 rupiah. KA Kalijaga pada masa awal pengoperasiannya langsung menjadi primadona bagi kalangan masyarakat yang tinggal di wilayah jalur kereta api tertua di Indonesia tersebut. Pasalnya, KA Kalijaga melayani pemberhentian di sejumlah stasiun yang bisa dibilang animo masyarakatnya tinggi terhadap keberadaan kereta tersebut. Menurut Manajer Humas PT. KAI DAOP 6 Yogyakarta, Bambang S Prayitno seperti dikutip oleh Republika mengatakan bahwa operasional KA Kalijaga dilakukan untuk mengakomodasi perminataan masyarakat. Khususnya bagi masyarakat yang ingin berpergian ke Solo dan Semarang ataupun sebaliknya. Namun pada tahun 2018, PT.KAI meluncurkan layanan kereta aglomerasi dengan nama "KA Joglosemarkerto" yang rutenya mengelilingi provinsi Jawa Tengah & DIY. Hal tersebut membuat keberadaan KA Kalijaga terancam. Hingga akhirnya pada 30 November 2019, KA Kalijaga resmi berhenti beroperasi dan digantikan oleh KA Joglosemarkerto. Hmm.. sangat disayangkan sebenarnya sih. Penulis dulu masih bisa merasakan keberadaan KA Kalijaga sebelum akhirnya dinonaktifkan."

KA Banyubiru (2023 - sekarang)
KA Banyubiru di Stasiun Semarang Tawang. (Sumber : Arsip Pribadi Nalindra Railfans, 2025)

    "Setelah masa pandemi lebih tepatnya pada GAPEKA 2023, PT.KAI kembali meluncurkan layanan KA Banyubiru dengan relasi (Semarang Tawang - Solo Balapan) yang mulai diresmikan pada 1 Juli 2023 dengan layanan kelas Eksekutif-Ekonomi eks rangkaian KA Blambangan Ekspres. KA Banyubiru merupakan representasi dari KA Pandanaran yang dulu pernah hadir pada era 1970an yang pada awalnya diluncurkan dengan kelas campuran. Hal tersebut disambut suka cita oleh masyarakat di rute Semarang - Solo. KA Banyubiru tetap beroperasi hingga saat ini dan menjadi pendamping dari layanan KA Joglosemarkerto yang rutenya mengelilingi Jawa Tengah. Pada awal pengoperasiannya KA Banyubiru dibandrol dengan harga 40.000 rupiah di kelas ekonomi dan 80.000 rupiah di kelas eksekutif. Layanannya juga dibagi dalam 2 perjalanan yakni pagi dan malam. Hingga GAPEKA 2025, KA Banyubiru melayani keberangkatan pagi dan malam dengan nama berbeda, yakni Banyubiru dan Banyubiru Ekspres. Perbedaan dari keduanya terletak pada layanan kelasnya, jika KA Banyubiru melayani jadwal pagi dengan kelas ekonomi eks KA Tawang Jaya. Sementara KA Banyubiru Ekspres melayani jadwal malam dengan kelas Eksekutif-Ekonomi eks KA Joglosemarkerto."

Penutup

"Jalur KA Semarang - Solo merupakan jalur kereta api tertua di Indonesia dan rutenya melalui hutan belantara hingga kebun warga. Tentunya animo masyarakat terhadap adanya layanan kereta api di rute tersebut bisa terakomodasi dengan baik. Tak hanya rutenya saja melainkan juga keamanan serta kenyamanan yang ditawarkan harusnya mampu untuk menggerakkan minat masyarakat terhadap kereta api di rute tersebut."

Referensi : 
Roda Sayap. (2022). Pandanaran, KA Unggulan yang Terhempas. Diakses pada 25 Agustus 2025 dari https://roda-sayap.com/pandanaran-ka-unggulan-yang-terhempas/
Saragih, Einar. (2012). Einar : Kereta Api Indonesia. Diakses pada 25 Agustus 2025 dari https://einarsaragih.blogspot.com/2012/06/kereta-api-indonesia.html?m=1
Espos.id. (2011). Mulai 1 November oprasi KA Pandanwangi distop. Diakses pada 25 Agustus 2025 dari https://news.espos.id/mulai-1-november-operasi-ka-pandanwangi-distop-119963
Okta, Maria. (2019). KA Banyubiru Ekspres - Mati Karena Uzur dan Kalah Saing dengan Transportasi Lain. Diakses pada 25 Agustus 2025 dari https://www.kabarpenumpang.com/ka-banyubiru-ekspres-mati-karena-uzur-dan-kalah-saing-dengan-transportasi-lain/
Setiyoko, Edy, & Joko Sadewo. (2014). PT. KAI Luncurkan KA Kalijaga. Diakses pada 25 Agustus 2025 dari https://news.republika.co.id/berita/n10vwa/pt-kai-luncurkan-ka-kalijaga
Novita. (2019). KA Kalijaga Dinonaktivkan, KA Joglosemarkerto Gantinya. Diakses pada 25 Agustus 2025 dari https://www.gatra.com/news-459849-ekonomi-ka-kalijaga-dinonaktivkan-ka-joglosemarkerto-gantinya.html


Created by : Nalindra Wangsa J

Komentar